Ultimate magazine theme for WordPress.

Meneladani Kegigihan dan Ketulusan Menjalani Hidup dari Kakek Yusman

Lampu lalu lintas berubah warna. Meskipun di siang hari, lampu berwarna merah itu masih menyala dengan terang dan bisa dilihat dengan jelas. Seorang kakek tergopoh-gopoh menghampiri para pengendara yang berhenti, menawarkan dagangannya dengan senyum tersungging di wajah. Hingga lampu berganti warna menjadi kuning dan berganti lagi menjadi hijau, dagangannya belum ada yang menawar. Beliau kembali lagi ke sisi jalan.

Ketika orang bersungut-sungut menanti lampu merah dan berharap segera berubah menjadi hijau, si kakek tidak menginginkan hal yang sama. Kakek ingin agar lampu tersebut lebih lama berwarna merah sehingga beliau bisa menawarkan dagangannya kepada lebih banyak orang. Siapa tahu dari sekian pengendara yang berhenti, ada yang berbaik hati membeli dagangannya sebagai buah tangan.

Siapa Sosok Kakek Yusman?

meneladani-kegigihan-dan-ketulusan-menjalani-hidup-dari-kakek-yusman

Kakek Yusman, begitu beliau biasa dipanggil. Setiap harinya kakek berada di jalan persimpangan itu untuk berjualan peyek. Beliau menanti lampu berganti merah untuk kemudian menawarkan dagangannya kepada para pengendara yang berhenti di lampu lalu lintas antara jalan Panjang Cidodol dan Seskoal.

Sudah hampir 80 tahun beliau hidup di bumi. Di usia senjanya, beliau masih menjalankan perannya sebagai kepala keluarga dengan baik dan bertanggung jawab. Tak jarang kakek harus rela berpeluh keringat berpanas-panasan atau bahkan basah kuyup kehujanan demi mendapatkan rupiah dari peyek yang dijualnya.

Peyek tersebut bukanlah peyek yang dibuatnya sendiri. Kakek mengambil peyek tersebut dari orang lain kemudian menjualnya dengan harga yang terbilang murah, yaitu Rp7ribu dan Rp8ribu. Pagi hari sebelum mulai berjualan, kakek akan mengambil peyek terlebih dahulu dilanjutkan dengan berjualan di tempat biasa sampai dengan pukul 2 atau 4 sore.

Dari usahanya berjualan peyek, kakek bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp75ribu. Uang yang didapatkannya tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar sewa kontrakan yang ada di Jalan Pahlawan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, di dekat bengkel (area pertambangan), yaitu sekitar Rp650ribu per bulan. Kakek juga masih harus menyisihkan penghasilannya untuk dikirim ke keluarganya di kampung halaman.

Meskipun penghasilannya terbilang pas-pasan, kakek tidak lupa berbagi. Kakek Yusman menyisihkan sebagian pendapatannya untuk ditabung di celengan. Setelah celengan itu penuh, kakek akan memberikan isi celengan tersebut kepada anak yatim yang ada di kampungnya atau kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Kakek memiliki penyakit hernia. Kondisi ini membuat kakek tidak bisa berjualan setiap hari, terutama ketika beliau merasakan sakit. Beliau akan beristirahat di kamarnya. Kakek ingin sekali suatu hari bisa berobat agar kondisinya pulih dan bisa kembali berjualan.

Kebaikan untuk Kakek Yusman

Semangat kakek di tengah kondisinya tersebut tentu membuat siapapun iba melihatnya. Kita bisa ikut membantu meringankan beban Kakek Yusman dengan berbuat kebaikan bersama Allianz.

Allianz, salah satu perusahaan Asuransi Syariah Indonesia, mengajak kita untuk menebar kebaikan yang di #AwaliDenganKebaikan. Pertama, kita bisa menebar kebaikan untuk keluarga sendiri dengan memberikan proteksi maksimal dari risiko kerugian finansial yang mungkin dialami. Caranya dengan bergabung dalam keanggotaan asuransi syariah di Allianz atau bisa juga dengan memanfaatkan fitur wakaf.

Dari kebaikan pertama, kita bisa memberikan kebaikan kedua untuk orang-orang yang lebih membutuhkan, seperti Kakek Yusman. Dengan memilih Produk Asuransi Syariah dari Allianz, kita telah berkontribusi dalam program sosial yang diadakan oleh perusahaan asuransi ini. Sebagian dana asuransi yang anda bayarkan akan masuk dalam dana untuk menjalankan program sosial tersebut.

Dengan cara ini, kita memberikan manfaat perlindungan untuk diri sendiri dan keluarga dari asuransi yang kita miliki. Juga, kita bisa berkontribusi secara aktif dalam program sosial yang dijalankan oleh Allianz.

 

Sumber:

http://ketimbangngemisjakarta.or.id/belajar-tegar-dan-rendah-hati-dari-kakek-yusman/

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy